Ringkasan: Lembaga Falakiyah PBNU menetapkan 1 Rabiul Awal 1448 H jatuh pada Jumat Pon, 14 Agustus 2026, berdasarkan hasil rukyatul hilal yang digelar sehari sebelumnya. Dengan penetapan ini, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal otomatis jatuh Selasa, 25 Agustus 2026 — sudah ditetapkan sebagai hari libur nasional.
Apa Itu Penetapan 1 Rabiul Awal oleh PBNU?

Penetapan 1 Rabiul Awal PBNU adalah keputusan resmi Lembaga Falakiyah PBNU tentang awal bulan ketiga kalender Hijriah, berdasarkan metode rukyatul hilal (pengamatan bulan sabit secara visual). Untuk tahun ini, hilal terlihat pada Kamis 13 Agustus 2026, sehingga 1 Rabiul Awal 1448 H jatuh Jumat, 14 Agustus 2026, terhitung sejak malam Jumat.
Mengapa Penetapan Ini Penting bagi Umat Islam Indonesia?

Rabiul Awal bukan bulan Hijriah biasa. Di bulan inilah umat Islam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, momen yang menjadi salah satu titik keagamaan paling dinanti sepanjang tahun di Indonesia — mulai dari pengajian akbar, pembacaan shalawat dan barzanji, hingga kajian sirah nabawiyah di masjid dan musala.
Penetapan awal bulan yang presisi menjadi penting karena menentukan tanggal pasti 12 Rabiul Awal, hari yang secara tradisional diperingati sebagai Maulid Nabi. Tahun ini, penanggalan Kementerian Agama, Muhammadiyah, dan PBNU sama-sama merujuk pada 14 Agustus 2026 sebagai awal Rabiul Awal 1448 H, sehingga tidak ada perbedaan tanggal peringatan antarormas seperti yang kerap terjadi pada bulan-bulan Hijriah lain. Pemerintah bahkan sudah menetapkan 25 Agustus 2026 sebagai hari libur nasional untuk memperingatinya.
Momentum ini juga relevan bagi siapa pun yang ingin mendalami dimensi batin di balik penanggalan Hijriah — sebagaimana pernah diulas tasawufcenter dalam artikel Muharram 1448H dan Rahasia Batin Syahrullah, setiap pergantian bulan dalam kalender Islam menyimpan makna spiritual yang lebih dalam dari sekadar penanda waktu.
Data Hisab & Rukyat Resmi Rabiul Awal 1448 H

Lembaga Falakiyah PBNU merilis data hisab sebagai dasar penetapan sebelum rukyat dilakukan. Data berikut diterbitkan LF PBNU pada Kamis, 13 Agustus 2026, berdasarkan perhitungan di titik Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat (koordinat 6°11’25” LS, 106°50’50” BT).
| Metrik | Nilai | Sumber |
|---|---|---|
| Waktu ijtima (konjungsi) | Kamis, 13 Agustus 2026, 00.38.02 WIB | LF PBNU |
| Waktu ijtima (versi BMKG) | Kamis, 13 Agustus 2026, 00.36.34 WIB | BMKG |
| Tinggi hilal | 7° 29′ 54″ | LF PBNU |
| Elongasi | 9° 35′ 35″ | LF PBNU |
| Lama hilal di atas ufuk | 33 menit 55 detik | LF PBNU |
| Matahari terbenam paling awal (13/8) | 17.37.52 WIT, Merauke | BMKG |
| Matahari terbenam paling akhir (13/8) | 18.53.12 WIB, Sabang | BMKG |
Menurut LF PBNU, hilal pada tanggal tersebut sudah memenuhi kriteria imkanurrukyah — tinggi hilal melampaui 3 derajat dan elongasi lebih dari 6,4 derajat — bahkan di wilayah Indonesia bagian barat posisi hilal sudah memenuhi kriteria qath’iyur rukyah. Pengumuman resmi hasil rukyat ditandatangani Ketua LF PBNU KH Sirril Wafa, menyatakan bahwa sejumlah lokasi pemantauan berhasil melihat hilal pada Kamis Pahing, 13 Agustus 2026.
Rangkaian Tanggal Penting Rabiul Awal–Maulid Nabi 1448 H

| Peristiwa | Tanggal Hijriah | Tanggal Masehi |
|---|---|---|
| Awal Rabiul Awal 1448 H | 1 Rabiul Awal | Jumat, 14 Agustus 2026 |
| Puncak peringatan Maulid Nabi | 12 Rabiul Awal | Selasa, 25 Agustus 2026 |
| Akhir bulan Rabiul Awal | 30 Rabiul Awal | Sabtu, 12 September 2026 |
Bulan Rabiul Awal tahun ini berlangsung selama 30 hari. Tanggal 25 Agustus 2026 sudah ditetapkan pemerintah sebagai hari libur nasional untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, sehingga masyarakat maupun lembaga pendidikan dapat menjadikannya acuan resmi untuk agenda peringatan.
Cara Mempersiapkan Peringatan Maulid Nabi — Langkah Praktis

Menyambut 12 Rabiul Awal tidak memerlukan ritual khusus yang diwajibkan syariat, namun ada sejumlah amalan yang dianjurkan dan bisa dipersiapkan sejak awal bulan.
- Perbanyak shalawat Nabi: dianjurkan sepanjang Rabiul Awal sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah, bukan hanya pada tanggal 12 saja.
- Ikuti atau selenggarakan majelis ilmu: pengajian, ceramah, atau kajian sirah nabawiyah menjadi cara paling umum masyarakat memperingati bulan ini. Format majelis dzikir seperti ini juga pernah dibahas landasan hukumnya oleh tasawufcenter dalam artikel Hukum Tahlilan dalam Islam, yang relevan bagi yang ingin memahami dasar syariat dari kegiatan majelis bersama.
- Perbanyak sedekah: meneladani akhlak kedermawanan Nabi Muhammad SAW, sekecil apa pun bentuknya — sejalan dengan semangat yang diulas dalam Amalan Kecil Pembuka Pintu Rezeki.
- Pelajari sirah Nabi: membaca kembali perjalanan hidup Rasulullah agar keteladanannya bukan sekadar seremoni tahunan.
- Perbanyak tilawah Al-Qur’an: menambah amal ibadah sebagai bagian dari menyambut bulan kelahiran Nabi.
- Susun agenda majelis lebih awal: bagi pengurus masjid atau musala, persiapan Maulid biasanya dimulai H-7 hingga H-14 agar undangan dan logistik tertata rapi menjelang 25 Agustus 2026.
Bagi yang ingin mendalami dimensi batin di balik amalan-amalan ini — bukan sekadar menjalankannya sebagai rutinitas tahunan — semangat muhasabah dan kehadiran hati yang diulas tasawufcenter dalam Mengenal Tasawuf, Jalan Menenangkan Hati bisa menjadi bekal reflektif menjelang Maulid Nabi.
FAQ — Penetapan Rabiul Awal dan Maulid Nabi 1448 H
Kapan PBNU menetapkan 1 Rabiul Awal 1448 H?
PBNU menetapkan 1 Rabiul Awal 1448 H jatuh pada Jumat Pon, 14 Agustus 2026, berdasarkan hasil rukyatul hilal yang digelar Kamis, 13 Agustus 2026, dan berlaku sejak malam Jumat.
Kapan Maulid Nabi 2026 diperingati?
Maulid Nabi Muhammad SAW, yang jatuh pada 12 Rabiul Awal, diperingati Selasa, 25 Agustus 2026. Tanggal ini sudah ditetapkan pemerintah sebagai hari libur nasional.
Apakah penetapan PBNU berbeda dengan Kemenag dan Muhammadiyah untuk Rabiul Awal ini?
Tidak. Untuk awal Rabiul Awal 1448 H, ketiga rujukan — Kemenag RI, Muhammadiyah, dan PBNU — sama-sama mengarah ke 14 Agustus 2026, sehingga tidak ada perbedaan tanggal peringatan Maulid seperti yang kerap terjadi pada penetapan bulan Hijriah lainnya.
Ditulis oleh Tim Redaksi Tasawuf Center, disusun berdasarkan rujukan resmi Lembaga Falakiyah PBNU, data BMKG, dan pemberitaan media arus utama.